Viral Mobil Panther “Berjalan Sendiri” di Tol Japek: Di Balik Video, Ada Kisah Duka

Di tengah riuhnya media sosial, sebuah video membuat banyak orang tercekat. Terlihat sebuah Isuzu Panther warna silver melaju pelan di ruas Tol Jakarta Cikampek, Rabu (21 Januari 2026). Mobil itu berjalan rapi, namun ada yang terasa janggal, pengemudinya seperti tak lagi mengendalikan arah.

Di sisi mobil, sebuah truk putih ikut mengiringi. Sopir truk itu beberapa kali membunyikan klakson, seolah berusaha “membangunkan” seseorang yang mungkin sedang tidak baik baik saja. Bukan klakson marah, lebih mirip klakson panik bercampur harap: “Pak… bangun, Pak… pegang setir…”

Menurut keterangan unggahan akun Instagram @jabodetabek24info, mobil tersebut disebut masih terus berjalan cukup jauh, bahkan beberapa kilometer, sebelum akhirnya berhenti. Ia baru terhenti setelah tersangkut pembatas kerucut (traffic cone) di dekat exit Tol Tambun KM 21. Sebuah akhir yang terdengar sederhana, tapi bisa jadi menyelamatkan banyak nyawa. Karena bila mobil itu terus melaju, siapa pun tak tahu apa yang akan terjadi di depan.

Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, Brigjen Pol Faizal, membenarkan bahwa pengemudi berinisial FP diketahui sedang sakit saat mengemudi. Dari informasi yang dihimpun petugas, FP sempat berhenti di lajur empat, lalu kembali melanjutkan perjalanan, seolah memaksakan diri ketika tubuh sebenarnya sudah meminta berhenti.

“Kendaraan datang dari arah Jakarta menuju Cikampek. Pengendara sempat berhenti di L4 (lane 4), dan lanjut memaksakan berjalan,” ujar Faizal.

Tak lama kemudian, kendaraan tersebut sempat menabrak pembatas jalan di area putaran balik (U-turn). Pengendara lain yang melihat kondisi itu segera melapor dan memanggil ambulans. Namun ketika petugas tiba, kabar yang paling berat itulah yang datang, FP dinyatakan sudah meninggal dunia.

“Setelah petugas ambulans dan plaza tol mengecek korban, korban sudah meninggal dunia,” lanjutnya. Korban dan kendaraan kemudian dievakuasi ke tempat aman.

Dan di sinilah rasanya dada ikut sesak.

Karena video yang viral itu, yang mungkin ditonton orang sambil lalu, sebenarnya adalah detik-detik akhir seorang manusia. Ada kehidupan yang berhenti, di tengah jalan yang terus bergerak. Ada seseorang yang mungkin berangkat dengan niat biasa, pulang, bekerja atau sekadar menyelesaikan urusan harian. Tapi tak semua orang sempat sampai.

Namun di tengah duka itu, ada juga sisi yang membuat banyak orang terdiam, mobil itu tidak melaju liar, tidak menghantam kendaraan lain dengan kecepatan tinggi. Ia tetap bergerak pelan, cukup lama, seolah “bertahan” sampai akhirnya berhenti. Sebagian orang bahkan berspekulasi, mungkin kondisi kendaraan yang masih prima, plus perawatan rutin atau produk yang digunakan X1R bila memang ada, membantu mobil tetap berjalan stabil beberapa kilometer sebelum berhenti. Tentu ini bukan kepastian, hanya kemungkinan yang muncul dari rasa heran banyak orang melihat mobil itu seperti “masih kuat” berjalan cukup jauh tanpa kendali.

Yang pasti, peristiwa ini meninggalkan satu pesan yang sederhana tapi penting, jika tubuh sudah memberi sinyal bahaya, pusing, lemas, nyeri dada, pandangan kabur, jangan memaksa menyetir. Menepi, minta bantuan, hubungi keluarga, atau panggil ambulans. Karena di jalan raya, satu keputusan kecil bisa menentukan keselamatan banyak orang.

Semoga almarhum mendapat tempat terbaik. Dan semoga kisah ini tidak hanya menjadi video viral, tapi menjadi pengingat yang menyelamatkan orang lain, sebelum terlambat.

No comments yet! You be the first to comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked *